Rabu, 11 Mei 2016

Kutunggu kau di pelaminanabnanti 10 C


Haiii guysss... gimana menurut kalian.. makin seru gak??

Lanjut lagi ya.....

Author prov..

Hari ini Rama senang banget mengingat bentar lagi MISInya bakalan berhasil. Nyatanya Pahmi sudah bisa mendekati Mita. Tepatnya setelah kejadian dikantin itu. Rama akuin cara Pahmi dekatin Mita waktu itu memang sangat pas. Mita saat itu pasti menganggap Pahmi sebagai super hero.

@ restoran

Tiba2 ponsel Rama berbunyi, dan ternyata ada pesan masuk di BBMnya. Pas dia buka, ternyata itu pesan dari pahmi yang memberitahukan kalau dia pengen ngajakin Mita dan Sisil main ke restoran keluarga mereka.

Rama yang juga ikut bantu2 disana, langsung panik dan buru2 ngumpet ke dapur. Dari sana dia mengintip Pahmi dengan manisnya melayani kedua cewek cantik itu.

"Wah, hebat juga ya si Pahmi, sampai bisa dekatin Mita." gumam Rama.

Sekitar 30 menit, akhirnya Mita dan Sisil pergi dari restoran. Mereka pamit kepada Pahmi.

Weisss hebat juga lu, udah bisa dekatin si Mita." Kata Rama setelah keluar dari tempat persembunyiannya.

Saat ini dia sudah duduk di samping Rama yang sedang malamun.

"Eh, kakak, baru nongol aja. Habis ngumpet dimana?" Jawab pahmi berusaha senyum.

Yah, sebuah senyum yang di paksakan.

"tadi gua ngumpet di dapur. Btw, lu kok bisa jalan ama mereka? Dua2nya lagi." Komen Rama seolah tidak mau tahi dengan apa yang di rasakan oleh sang adik.

"Itu tadi gua nyamperin mereka di butik muslimah, langganan mamah." Jawab pahmi memelas.

Melihat itu, Rama menjadi heran dengan sikap sang adik.

"Btw, kenapa lu, kok jadi malah gak bersemangat gitu. Bukannya lu senang bisa dekatin Mita, itu kan berarti MISI kita berhasil dong bro" kata gua begitu melihat Pahmi kurang bersemangat.

Akhir2 ini, gua merasa ada yang aneh sama pahmi.

"Gua takut kak, kalau sampe ketahuan sama Mita dan nyakitin hatinya."  Jawab Pahmi sedih.

Tanpa sadar, ternyata Pahmi sudah bermain api sama Mita dan membuatnya mulai takut kehilangan gadis itu.

mendengar ucapan sang adik, jelas saja Rama tidak ingin Pahmi sakit hati, sama kayak dia dulu yang telah begitu jauh mencintai wanita yang jelas-jelas tidak mencintainya. Bahkan wanita itu tega bernesra-mesraan di depannya waktu itu.

Membayangkannya saja, membuat Rama merasa emosi.

Apalagi rama tahu jika Mita juga pasti tidak akan nerima Pahmi kalau sampe Pahmi ngajakin dia buat pacaran.

Bukan karena mita cewek yang jahat seperti laura, tapi karena Rama tahu tipa wanita yang tidak mau yang namanya pacaran. Melainkan dirinya hanya menginginkan seorang suami, yang halal di mata hukum dan agama.

Lantas, yang menjadi pertanyaan, apakah Mita mau menikah di usia mudah?

Tentu saja jawabannya tidak. Karena gadis itu tipikal yang menjunjung tinggi akan pentingnya pendidikan.

Saat ini Rama merasa dilema.

@Rumah..

Rama prov...

"Lu harus melupakan perasaan lu terhadap Mita" kataku terhadap pahmi.
"Memangnya kenapa kak? Apa karena kakak juga suka sama dia?"
"Bukan karena itu dek, tapi gua gak mau nanti lu sakit hati karena cinta lu nantinya bertepuk sebelah tangan."
"Kenapa kakak bisa seyakin itu Haaa!!"
"Karena gua tau kalau dia itu tipe cewek yang memegang komitmennya."
"Terus kalau sudah tahu seperti itu, kenapa kakak menyuruh aku buat dekatin dia? Apakah ini yang kakak mau? Kalau aku bisa jatuh cinta sama dia, tapi akhirnya biar merasakan sakit hati, seperti kakak dulu? Iya kan?"

Gua hanya diam, tidak bisa berkomentar apa lagi. Gua merasa sangat bodoh, karena telah menjerumusin adik kesayangan gua untuk sakit hati karena cinta.

Gua yakin, kalau pahmi benaran cinta pada Mita, bahkan gua bisa melihat ada butiran air mata keluar dari mata sayunya itu.

"Dek, gua minta maaf. Gua udah bikin lu jadi seperti ini, tapi gua janji kalau lu memang benar2 suka sama dia, gua bakalan bantuin lu buat dapatin Mita." Kataku padanya.

Yah, kali ini gua bakalan berusaha membuat Mita bisa di miliki Pahmi. Gimanapun caranya.

Bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar