Author prov..
Mita baru saja selesai sholat magrib, yang hanya dilakukan seorang diri di dalam kamarnya. Tidak seperti biasanya ketika mamah dan papahnya bisa ontime tiba di rumah seperti sekarang, dia pasti akan selalu melakukan sholat berjamaah di musholah pribadi di lantai dasar rumahnya itu, yg memang disediain untuk para tamu dan keluarga besar wijaya pastinya.
Itu semua karena kejadian siang tadi. Jadinya sekarang ini Mita kurang bersemangat menjalani aktivitasnya. Berbeda dari biasanya yang selalu hidup penuh keceriaan.
Mita kembali tersungkur di atas tempat tidurnya. dia seolah lupa, kalu ujian semester masih harus hadapinya. Sepertinya kagalauan yang ia rasakan membuat mita ingin segera bertemu pahmi, dan meminta penjelasan atas kejadian ini semua pada darinya.
"Pokoknya besok gua bakalan ngomong sama pahmi" gumam Mita geram.
Ketika mita sedang sibuk membayangkan hari esok, tiba2 seseorang mengetok pintu kamar mita.
"Non ini bibi bawain non makan malam" ternyata bi inem pembantunya sedang membawakan mita makanan.
"Iya bi, bentar" jawab mita memelas dengan suara serak khas orang habis nangis.
Pintu pun membuka pintu dan membiarkan bi Inem masuk ke dalam kamarnya.
"Non gak kenapa-napa kan?" Tanya bi inem khawatir.
Sejak kejadian siang tadi, bi inem tau kalau Mita bakalan malas buat turun ke bawah. Makanya bi inem berinisiatif mengantarkan makan malam untuknya.
"Inggak kok bi, cuman masih kesal aja soal tadi sore." Jawabku seadanya.
"Kalau boleh bibi tahu, memangnya cewek yang gak sopan itu siapa sih? Temannya non Mita?"
"Dia itu kakak kelas aku disekolah bi, aku juga gak tahu kenapa dia sampe tau rumah ini." Jelasku
"Terus kenapa dia bisa marah2 gitu sama non? Padahal kan non setahu aku gak pernah ada musuh kan selama ini."
"Katanya aku sudah dekatin cowok incarannya dia, padahal cowok itu sendiri gak pernah suka sama dia. Dan bibi tau gak siapa cowok yang di bilang ama dia itu?"
"Siapa memangnya non?"
"Si Pahmi, cowok yang waktu itu pernah main ke sini." Jawabku menjelaskan.
"Walah walah, kalau gitu sih, berarti memang dianya aja yang ngarap buat dapatin Pahmi yang sebebarnya cuman naksir non." Jawab bi Inem sok bijak.
"Bibi bisa aja." Responku kurang bersemangat.
Entah kenapa menyebut namanya saja, hati gua merasa sakit.
Bi Inem juga belum tau, kalau ternyata Pahmi yang sudah membuat Mita sakit saat ini.bapalagi mengingat dia jadi bahan taruhan. Mita belum siap menceritakan secara gamlang.
Biarpun mita sering curhat tentang semua masalahnya pada bi inem, karena bi inem sudah bekerja dirumahnya sejak ia masih kecil sampe ia sekarang menjadi besar. Mita gak mau kalau bi inem ikutan sedih dengan kabar yang telah di terimanya saat ini.
"Gua sampe gak habis fikir, kenapa Pahmi sampai tega mainin gua kayak gini, apalagi di jadiin bahan taruhan. Rasanya gua seperti barang murahan yang tidak berguna." Batin Mita.
Saat ini ia kembali di tinggal seorang diri, karena barusan mamah memanggil bi inem menuju dapur.
"Tapi buat apa? Dan dia taruhan sama siapa? Apa ini ada hubungannya sama kak Rama juga?" lagi-lagi otak mita masih belum terima atas yang diteminya. Belum lagi sikap Pahmi yang terlihat sangat tulus dengannya.
***
Pukul 06.00 wib, gua pun akhirnya telah siap2 pergi ke sekolah. Kali ini, gua gak berniat mengemudi mobil seorang diri, makanya gua minta tolong sama bang panji, supir pribadi papahku gua minta diantarin dia ke sekolah.
@ gerbang sekolah
"Selamat pagi non, tumben diantar?" Tanya pak wawan satpam sekolah.
"Iya nih pak, lagi kurang enak badan, Jadinya kurang nyaman kalau nyetir sendiri"
Pak wawan sudah kenal dengan keseharian mita yang selalu gembira, merasa aneh dengan tingkah laku gadis itu hari ini.
Tapi sebagai satpam, dia sama sekali tidak mengurusi akan hal itu. Jadinya pak wawan cuman diam dan gak berani berkomentar apa-apa lagi.
***
mita prov..
Setelah pukul 10.00 wib, di dalam kelas. sejak pagi tadi, gua sengaja gak ketemu pahmi. Begitu pun dengan kak Rama, gua sama sekali gak bicara denganya selama ujian berlangsung. sampai akhirnya gua merasa mantap untuk bertemu dengan pahmi dan meminta penjelasannya tentang kenapa dia sampai membuat gua jadi bahan taruhannya dan apa motivasinya sampai tega ngelakuin ini semua terhadap gua.
Sekarsng gua tengah menuju halaman belakang sekolah, dimana gua meminta pahmi menemuiku. Tadi gua mengabarinya lewat pesan singlat di BBM 10 menitan tadi.
Setibanya disana, gua melihat pahmi tengah berdiri sedirian. Gua lihat dia sedikit gelisa menunggu kedatangan gua yang sedang bersandar di tiang teras belakang sekolah itu.
"Ada apa mith, kok tumben tiba2 kamu minta ketemuan?" Kata pahmi penasaran dengan gadis cantik di depannya itu.
Walaupun matanya seperti sedikit sembab, tapi di mata pahmi gadis itu tetap terlihat sempurna.
Bersambung.....
***************************
Haiii... haiii... jangan lupa komentarnya ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar