@Prov Pahmi
***
Semenjak aku ke jakarta rasanya hidup ku saat ini seperti berwarna. apalagi semenjak mengenal Luna Sasmita atau teman yang lain akrab memanggilnya Mita.
Dia adalah sosok wanita cantik, pintar, soleh namun sedikit aneh. Apalagi setelah aku membaca profil facebooknya yang diam2 aku buka lewat jejaring milik kak Rama yang tidak lain kakak kandungku sendiri.
Awalnya aku gak nyangka kalau akan menemukan sosok wanita seperti itu di jakarta. Bahkan di jawa di tempat sekolahku dulu pun bisa di bilang tidak ada cewek seperti itu.
Mita anak orang yang kaya abis. Tapi dia tidak sombong sama siapapun kecuali dengan cowok ganteng dan cowok populer.
"Aneh bukan??"
Kalau kata teman dekatnya bernama Sisil, dia itu tipe cewek yang anti cowok. Katanya sih biar bisa jadi miss jomblo dan ngalahin RICIS. Seorang wanita cantik yang lagi buming2nya di sebuah jejaring sosial, (Instagram.)
"Sumpah, aneh banget tuh cewek."
Selain itu, dia juga tidak mau pacaran bahkan belum pernah pacaran sama sekali. Soalnya, dia maunya langsung menikah seperti yang di perintahkan oleh allah SWT.
"Ini nih, yang gua cari selama ini. Kapan lagi bisa dapat cewek soleha seperti mita di dunia ini, cukup jarang bukan??"
***
Mita sosok cewek yang gak tau namanya "jaim." Tidak seperti cewek lain yang selalu berusaha sempurna di depan cowok ganteng seperti gua. Bahkan, Mita setiap hari selalu gua lihat tidak pernah pake make up, tapi dia tetap cantik dan manis.
Ketika pertama melihat mita, rasanya aku ingin sekali mengenal dia lebih dekat dari teman2 cewek lain yang ada di sekolah. Namun, setiap aku berusaha mendekatinya, dia malah selalu berusaha menghindar dariku.
***
"Dek, lu jangan lupa ya, buat Mita jatuh cinta sama lu." kata kak Rama terhadapku.
Yah, hari ini adalah hari pertamaku di sekolah baruku. dan aku mendapat tantangan untuk dekatin Mita karena aku sedang taruhan sama kak Rama.
Aku hampir bingung harus bagaimana biar biasa mengenal Mita lebih dekat lagi sampai akhirnya Sisil sahabatnya yang sebenarnya tidak kalah cantik dengan Mita, juga mentaksirku, seolah memberikan solusi untukku.
"Emng gak heran sih, kalau cewek2 banyak yang mengejar aku, sampai mereka pengen banget jadi pacarku. Cuman tidak ada satupun dari mereka yang bisa membuat aku balik untuk mencintai mereka.
***
Sampai akhirnya muncul ide gila untuk manfaatin sisil agar aku bisa dekat dengan Mita yang tidak lain adalah sahabatnya.
Sangat gampang memang untuk menakhlukkan wanita seperti Sisil, sampe ide gilaku pun berjalan mulus tanpa halangan sedikit pun.
Gak kayak kartu internetan yang sering aku pakai, yang lolanya minta ampun.
***
sekitar satu bulan lebih, aku modusin Sisil, dan berlahan aku bisa ngobrol dengan Mita.
"Walaupun masih jauh dari harapan sih"
Tapi jujur, aku semakin penasaran dan semakin tertarik untuk mengenal dia lebih dekat.
Setiap jam istirahat, aku selalu mencoba mengajak Mita ke kantin, dan setiap itu juga, ajakanku selalu di tolak olehnya.
"Lihat aja Mit, aku bakalan bisa buat dapatin kamu." Ancamku.
Aku semakin merasa senang dengan sikap cueknya itu. Dan entah kenapa perasaan aku semakin lama semakin sayang sama dia.
Memang sejak awal, ketika ketemu Mita, aku sudah melupakan taruhanku dengan kak Rama buat dekatin mita hanya semata-mata sebuah motor gede. Tapi saat ini, aku pengen dapatin dia karena aku baru sadar kalau aku telah jauh jatuh mencintainya.
@Tiga bulan berikutnya...
Akhirnya nasib baik berpihak padaku. Setelah kejadian di kantin yang menimpanya hari ini, aku memberikan jaket kesayanganku untuk menutupi roknya.
Saat melihat wajah lugunya, ketika sedang menahan malu. Ingin rasanya aku mencubit pipih mulusnya yang berubah menjadi merah mudah itu. Dan mencium bibirnya yang seksi dengan gemas.
Tapi tentu saja gua gak berani karena wanita yang ada di depanku saat ini adalah wanita spesial dihatiku.
Rasanya kali ini aku seakan tak berdaya di depan perempuan. dan baru Mita yang bikin gua bisa seperti saat ini, dimana gua bisa menghargai yang namanya perempuan selain orang tuaku.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar