Rabu, 11 Mei 2016

Kutunggu kau di pelaminan nanti 10 b

Jangan lupa komen ya guyyssss.. sorry buat cerpen gajebo ini. Hehahaaa

*****************************************

***
@Prov Rama***

Kebetulan masa tugas papah di jawa sudah habis, dan papah balik lagi ke jakarta untuk menetap bersama kami.

Tentu saja gua sangat senang karena dengan begitu, adik gua Pahmi tidak punya alasan lagi untuk tetap tinggal di sana.

Tepat hari ini, Pahmi dan papah baru saja tiba di rumah.

"Weisssss, makin keren aja lu sekarang bro" respon gua begitu melihat adek gua satu-satunya yang saat ini sedang berdiri di dep.

Walaupun pahmi umurnya lebih mudah satu tahun dari gua, tapi postur badannya sama kayak gua.

Pahmi memang tumbuh sebagai pria yang tinggi, putih, ganteng, rapih, pintar dan juga jago main basket.

Secara keseluruhan gua dan dia hampir sama. Yang membedakan gua dengannya hanya:

1. pahmi anaknya taat beragama, sementara gua inggak terlalu.
2. Pahmi anak yang patuh sama keluarga, sementara gua tidak, dan
3. gua pernah terkena kasus hukum, dan gua harap Pahmi jangan sampe ngalamin hal itu, karena sebagai kakak, jelas saja gua sangat sayang sama dia.

Walaupun begitu, perbedaan tidak membuat gua untuk merasa iri, atau berusaha untuk berubah menjadi sepertinya kan? Begitu pun gua, yang tidak bakalan pernah memaksa Pahmi untuk menjadi orang lain. Lagian sejauh ini, kami sudah merasa cukup nyaman dengan sikap kami.

"gak salah memang bro, kalau di jawa lu terkenal sebagai cowok playboy." Candaku.
"Ah kakak bisa aja, lagian aku ganteng kan karena ngikutin papah sama kakak. Masa, kalian ganteng aku sendiri yang jelek. Gak mungkin kan?" Jawab Pahmi.

***

Mendengar guyonan Pahmi, aku mamah dan papah serentak tertawa.

Yah, beginilah keluarga kecil hermawan kalau sedang berkumpul. Terus terang, sudah lama gua gak merasakan seperti ini. Apalagi semenjak papah tugas di jawa, dan Pahmi memilih ikut dengan papah, jelas membuat gua kesepian selama ini.

@kamar Pahmi.

"Pahmi, lu tahu kan kalau kakak ini seperti sekarang karena siapa?"

"Iya aku tahu" jawab pami

"Terus kamu mau kan nerima taruhan kakak, buat si Mita yang kakak ceritain itu jatuh cinta sama lu?"

"Emng Mita itu orangnya gimana sih? Terus kenapa harus dia yang aku dekatin? Apa dia juga sudah jahat sama kakak?" tanya Pahmi beruntun.

"Bukan sudah pernah nyakitin, atau dia sudah jahat sama gua. Cuman dia pernah gua ajakin pacaran, tapi dia gak mau pacaran. Jadinya"

"Jadinya dia nolak kakak?" Potong Pahmi gak percaya.

Dia gak percaya kalau masih ada cewek yang berani nolak kakaknya yang terpopuler di SMAnya itu.

"Tapi intinya sih bukan itu. Karena walaupun gua di tolak sama dia, gua cukup terima asalannya. Dimana waktu itu dia gak mau pacaran karena dia masih pokus buat belajar." lanjut ku menjelaskan.

"Nah, tapi jangan salahkan gua, kalau alasannya barusan ternyata telah memancing nyali gua buat menggeser gelar juara umumnya itu." Ujar Rama lagi dengan seringai nakalnya.

"Gua pengen liat lu hancur dan sakit karena cinta lu akan di permainkan, Mita.! Dan saat itu, lu akan tau kalau cintamu itu lah yang telah merusaknya."

"Terus apa yang harus aku lakuin buat seorang cewek sehebat dia?" Tanya Pahmi kemudian.
"Lu cukup buat dia jatuh cinta sama lu." Jawabku puas dan singkat.
"Terus waktunya sampai kapan?"
"Gua kasih waktu sampai ujian semester depan. Karena saat itu, gua bisa lihat dia menangis karena gelar juaranya itu gak bisa dia pegang lagi, melainkan pindah ketangan lu. Hahahaheheha"

@Author prov

Rama kesenangan dengan rencana gilanya itu. Tanpa memikirkan dampak yang akan di rasakan sang adik yang disayanginya kedepan.

***
Rama prov..

Hari ini, Pahmi resmi sebagai murid baru disekolah gua. Ketampananya membuat dia banyak di taksir sama cewek2. Termasuk Laura mantan gua yang saat ini gua benci. Tapi Pahmi tidak tertarik dan kejebak dengan tampang sok alim yang dimiliki gadis sepertinya.

@ rumah

"Pahmi, gimana? Sudah ada perkembangan belum.!" Saat ini gua menemui pahmi sedang berayun di ayunan taman belakang rumahku.

"Belum kak, soalnya cewek yang kakak bilang itu memang beda sama cewek lainnya."
"Yah, masa cowok playboy kayak lu itu gak bisa dapatin dia?" Pancingku.
"Ya elah, sabar dulu dong kak, baru juga hari pertama sekolah?" Jawab Pahmi gak mau kalah.

Gua paling senang kalau melihat Pahmi seperti ini, apalagi dia itu tipe cowok yang gak suka di remehin sama siapa pun.

"Oke deh, kalau gitu gua tunggu kabar selanjutnya dari lu oke."  Jawabku sambil pergi ninggalin Pahmi.

***

Gua semakin senang begitu melihat Pahmi telah mulai terbuai dan ikut kepermainan yang gua buat untuk ngejatuhin si Mita.

"Hehahaha, gua pengen lihat sampe berapa lama cewek sombong itu menolak Pahmi." Gumamku.

Bersambung....


*************
Jangan lupa komennya kakaaaaakkkkk.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar