Rabu, 23 Maret 2016

Nothing is impossible 2

Guyss... sorry kalau jelek.. lanjut lagi nih ya...

***

"Mah, aku kangen sama mamah.."😢😢😢

ucap luna lirih, disaat ia terkadang merasa cape dan tidak kuat untuk menjalani hari-harinya sebagai pengganti ibu untuk kedua adiknya.

***
Luna bukan perempuan yang lemah. Dia bukan cewek yang cengeng seperti gadis remaja yang manja pada umumnya.

Setiap hari luna belajar banyak untuk selalu kuat dalam menjalani hidup yang mandiri, dan tanpa membebani orang lain.

"Tidak...! Aku gak boleh terus mengeluh karena gak ada mamah di sampingku ku." Batin luna.

***
Sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya, ia pun berjalan keluar rumah kontrakan yang sudah sekitar dua tahun ini mereka tempati, dan menggendong raffa yang sudah berhenti menangis dari tadi.

"Luna, kamu mau pergi kemana pagi-pagi begini?" Panggil seorang ibu berpenampilan modis, tengah duduk bersantai di sebuah sofa, yang ada di depan teras rumahnya.

"Mau ke warung koko, dulu nih bu. Mau beli beras sama bahan2 dapur buat masak di rumah." Jawab luna berusaha sopan. Sementara Ibu modis dan cantik  yang biasa luna panggil "bu leli" itu pun hanya meng "o" sambil memberikan senyuman ramah padanya.

Begitu pun dengan luna, yang terkenal sebagai remaja cantik, pintar, sopan dan mandiri, hanya membalas senyuman "bu leli" dengan senyuman tulus yang ia miliki.

***
Bu leli adalah seorang janda cantik yang kebetulan juragan kontrakan yang salah satu mereka tempati. Ibu leli terkenal sangat baik dan juga ramah. Usia ibu leli juga masih tergolong muda yaitu sama seperti papahnya sekitar 34 tahun.

Bu leli menjada setelah ia bercerai dari suaminya sekitar tiga tahun yang lalu, karena suami yang di cintainya itu telah selingkuh di belakangnya.

Meburut cerita bu leli, suaminya itu tidak pernah tulus kepadanya. Bahkan selain tukang selingkuh, suami bu leli juga tukang minum, pemabuk, dan juga suka main judi.

Sebagai wanita yang terlahir dari keluarga berada dan berpendidikan. Bu leli yang juga pemilik usaha butik itu, tadinya tidak mendapat restu dari kedua orang tuanya untuk menikah dengan suaminya itu.

Bahkan alm. Papah bu leli, membantah habis-habisan pernikahan sirih yang mereka jalani dulu.

"CINTA BISA MERUSAK SEGALANYA"

begitulah yang di rasakan oleh bu leli saat itu. Makanya sampai sekarangpun, bu leli belum ada niat untuk menikah lagi.
Alasannya sih, "masih trauma sama pernikahannya dulu."

***

Bersambung....
******************************************

Hay.... hay.. gimana ceritanya. Seru gak??? Tolong komentarnya ya guys... gua tunggu lho.😄😄😄

1 komentar: