Senin, 25 April 2016

Ku tunggu kau dipelaminan nanti 1

Hai...haii....
Ini cerbung lama gua yang gua revisi. Ini sih cerita fiksi dan gua harap ceritanya seru. Dan sorry kalau jelek, soalnya masih pemula. Hehahahaa
Langsung aja yah, dibaca.

Cekidottttt....

******************************************

Nama gua sasmita putri, tapi teman gua di sekolah sering manggil gua mita. Saat ini usia gua masih 15 tahun, namun gua sudah duduk di bangku kelas dua SMA.

orang bilang gua ini cantik karena keturunan cina campuran arab dari papahku.

Apalagi di dukung dengan fisik gua yang tinggi ramping, kulit putih, mata tidak terlalu sipit, bibir tipis berwarna merah mudah tanpa sentuhan lipstik seperti cewek yang gila dandan.

Ya, gua memang salah satu cewek yang tidak suka dandan. soalnya menurut gua, perempuan cantik itu tidak harus cukur alislah, sulam bibirlah, totok wajahlah, atau gampar temboklah.

"Eeeiitsss, kok malah gampar tembok segala sih."

Teeeett... Uups, lanjut.!

Intinya adalah cantik itu tidak harus terlihat dari luarnya saja kan, namun bisa juga dari dalam. Dan gua lebih memilih untuk cantik dengan cara yang kedua hehahahaha...

Di sekolah gua memiliki banyak teman. mulai dari teman satu kelas, jurusan, angkatan, ternyata gua juga cukup dekat dengan adik2 kelas gua lho...

"Ya iyalah.... secara gua ini kan termasuk siswa yang berprestasi, dan aktif juga di organisasi sekolah (OSIS). Jadinya tidak heran jugakan kalau gua itu termasuk siswi yang populer di sekolah..? 😃😃😃"

Namun, itu semua tidak membuat hidup gua berjalan mulus. Soalnya sampai sekarang, gua si anak manja yang selalu di bangga-banggain orang tua ini, masih aja menjomblo.

"Eeeuuuh, dasar manusia jomblo.! Kayak Ricis aja nih gua jadinya, ngakunya cantik dan manis namun kenyataannya jomlo tulen."

Tapi yaaa sudahlah, toh jomblo bukan akhir segalanya juga kan.

***

Dua bulan lagi adalah ulang tahun gua ke 16. Pertanyaan yang hampir sama pun selalu datang membisik di telinga gua.

"Jadi mirip pasien Halusinasi saja nih gue jadinya  😢😢😢."

Belum lagi tuh omongan sahabat gua yang sejak kecil bernama sisil. (Begitu gua memanggilnya). Mentang2 dia banyak mantan dan terkenal suka mainin hati para cowok bego dengan muka polosnya itu. (Sorry sil, lu jangan marah ya.. 😯😯😯!!!)

Dia itu selalu bilang gini ke gua :

"Mita kapan lu punya pacar, kapan lu kasih kue pertama lu buat pacar lu, kapan lu...!"
"Cukuuuup," ingin rasanya gua berteriak dan menyumpal mulutnya dengan kaos kaki busuk milik gua ini.

Untung aja gua masih sayang nyawa, jadinya lain kali aja deh.

Kalian gak tau sih, Sisil itu kayak apa, kalau tau pasti juga mikir 2x kayak gua sekarang ini buat ngerjain sahabat si pembuat onar yang satu itu.

***

Setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun. "Lahhhh, kenapa gua jadi mikirin waktu seperti ini? Apa gua saking prustasinya kali ya sama omongan Sisil?"

"Ckckckck" Ini gak boleh terjadi. Masa predikat jomblo sejati gua berhasil di kalahin sama RICIS???

"OH.. NOOOO..!"😈😈😈

Lagian siapa bilang masa pacaran itu cuman indah di waktu SMA. nanti kali kalau udah nikah, baru namanya pacaran itu indah. Halal dalam ngelakuin apapun hehahaha..

***

Tidak terasa, dua bulan sudah lewat gua jalanin, dan ketakutan gua mengenai omongan Sisil ternyata tidak sehoror ketika harus lewatin ujian kenaikan kelas di tahun ini.

Gimana gak takut, setelah tau kalau gua pemegang gelar juara umum sekolah tiap tahunnya, harus nerima kenyataan pahit sama rumor yang beredar di sekolah gua.

***

Tiga bulan yg lalu, di sekolah gua ada siswa pindahan dari luar kota bernama Pahmi. Dia orangnya ganteng, keren, tinggi putih, pokoknya kece deh.

Apalagi yg bikin gua suka dari dia itu karena dia tipe cowok super cuek, pertama yang gua kenal. Kecuali sama gua. "TITIK"

"Eheeem, bukannya gua bermaksud G-R ya, tapi emang kenyataannya gitu kok."✌

Jujur, gua sih senang banget dapat perhatian sama cowok ganteng kayak Pahmi yang baik, soleh, pintar dan suka olah raga.

Jika bukan karena prinsip gua sebagai "Jomblo sejati." Sejak ketemu dia, gua juga ikutan gila kali ya, kayak cewek-cewek rempong sekolahan yang ngejar2 si Pahmi.

***

Pahmi pindah ke ke kota ini dengan alasan papahnya yang seorang TNI baru saja di pindah tugaskan ke jakarta. Dan dia memilih SMA gue buat tempat dia belajar karena sekolah kami ini termasuk sekolah terbaik dan terpavorit di Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar