Bagian... dua.
Langsung aja deh....
******************************************
Pahmi berasal dari Solo, dan dia satu kelas denganku.
Memang semenjak Pahmi bergabung di kelasku, dia selalu saja merebut start, menjawab kuis dari guru yang mengajar di kelas kami sebagai kelas XI-IPA 1(kelas unggulan).
Dan entah kenapa gua merasa itu adalah ancaman buatku.
"Mit, lu kenapa sih? Kok akhir2 ini gua perhatiin, kok lu itu sering banget ngelamun?" Kata Sisil yang tiba-tiba ngagetin gua, karena dari tadi tengah duduk sambil termenung di sampingnya.
"Gua gak kenapa2 kok Sil, cuman malas aja ngapa-ngapain." Jawabku sekenanya.
"Ooh, tapi...."
Omongan Sisil tiba-tiba di potong oleh seorang cowok, yang sedang duduk di belakang kursi kami.
"Hay Mit, kamu dah makan belum? Kalau belum, ke kantin bareng aku yuk." Ajak Pahmi.
"Sorry deh Pahmi, gua masih kenyang nih, kalau mau kekantin, lu duluan aja deh" jawab gua datar.
***
Entah kenapa, setiap gua ketemu sama Pahmi akhir2 ini, gua merasa gak suka sama perlakuan dia yang sok akrab dan sok ramah itu.
Baru juga sekitar tiga bulan ini dia resmi sebagai siswa baru di SMA gua, dia sudah terkenal sebagai cowok idola yang super cuek setelah kak Rama, yang merupakan salah satu kakak senior pembuat onar di SMA gua.
(Bagi gua, cowok idola itu semuanya playboy 😈😈😈.)
Apalagi gua merasa aneh aja sama tingkahnya, yang selalu saja berusaha kasih perhatian ke gua. Dia kan tahu, kalau gua itu paling anti sama yang namanya cowok, apalagi cowok yang suka modus seperti dia, menurut gua sih, mending kelaut aja.
***
"Mit, lu kenapa sih, cuek banget sama si Pahmi. Dia itu kan sudah ganteng, baik, pintar, jago main basket, ker......"
"Yayayaya.. whatever lu mau ngomong apa soal pangeran kodok lu si Pahmi itu." Jawabku memotong pembicaraan sisil yang semakin gak jalas itu.
"Lah, kok jadi pangeran gua sih.??" Bantah Sisil bingung.
"Ya iyalah pangeran lu. Memangnya gua gak tau apa, kalau lu itu naksir sama dia, sampe lu mau mutusin pacar-pacar lu buat dapatin dia kan?"
"Kok lu bisa tau."
"Ya taulah, apasih yang inggak gua tau dari lu Sisilia Wiryanda."
***
Dari pada gua terus berdebat sama Sisil soal cowok yang gak penting itu, mendingan gua langsung ajak Sisil ke kantin aja deh buat makan siang. Lagian dari tadi pagi gua juga kan sebenarnya belum sarapan. Dan terus terang, sekarang perut gua pun sudah mulai kerasa sakit. Belum lagi gua sedang PMS, jadinya dari pada gua emosi terus khilaf, (nelan Sisil hidup-hidup)
"Astaghfirullah.. 😇😇 ibu peri kan gak boleh jahat" (sok imut.)
Akhirnya, gua sama Sisil pun sekarang berada di kantin.
***
Untung saja tadi pas kami tiba di kantin, ada dua siswa langsung pergi ninggalin kantin sekolah yang selalu ramai tiap harinya itu. Jadinya gua sama Sisil gak harus ribet buat nyari tempat duduk deh.
"Sil, lu tunggu di sini ya, gua mau mesan makanan dulu buat kita."
"Oke deh" jawab Sisi sambil ngacungin jempolnya.
Ketika gua bangkit dari kursi gua, tiba-tiba...
"Hay guys, kayaknya ada yang lagi bocor tuh, sampe merah-merah gitu" teriak Miska salah satu cewek narsir yang merasa idola dan selalu cari masalah di sekolah gua. Termasuk juga sama gua. Mungkin, dia mikirnya kalau gua ini saingannya kali ya.
Mendengar celotehan dari si Miska, gua yang sadar akan maksudnya itu pun panik dan duduk kembali ke kursi tempat gua tadi, ngediamin murid lain yang sibuk ngetawain gua.
"Aduh Sil, gimana nih? Gua gak sadar kalau rok gua tembus."
"Tenang dulu Mit, lu jangan panik dulu, kalau lu panik gitu, gua jadi gak bisa mikir nih." Jawab Sisil gugup.
Sedangkan gua merasa sangat malu, saking malunya gua hanya bisa nunduk nutupin muka gua dan gak sadar kalau pahmi sedang berdiri dibelakang gua.
"Kamu tutupin pake ini aja nih."
Pahmi yang dari tadi ternyata duduk tidak jauh dari tempat gua dan sisil, saat ini tengah nyodorin gua sebuah jaket biru.
"Kamu ikat aja jaket ini kepinggang kamu, buat nutupin rok kamu itu." Ulang pahmi begitu melihat gua cuman melotot dan wajah memerah menahan malu.
"Ya tuhan... habis mimpi apa sih gua semalam, sampai gua harus ngelewatin momen alakawar seperti ini. Bunuh saja gua tuhan" kutukku dalam hati.
Bersambung....
Senin, 25 April 2016
Ku tunggu kau dipelaminan nanti 1
Hai...haii....
Ini cerbung lama gua yang gua revisi. Ini sih cerita fiksi dan gua harap ceritanya seru. Dan sorry kalau jelek, soalnya masih pemula. Hehahahaa
Langsung aja yah, dibaca.
Cekidottttt....
******************************************
Nama gua sasmita putri, tapi teman gua di sekolah sering manggil gua mita. Saat ini usia gua masih 15 tahun, namun gua sudah duduk di bangku kelas dua SMA.
orang bilang gua ini cantik karena keturunan cina campuran arab dari papahku.
Apalagi di dukung dengan fisik gua yang tinggi ramping, kulit putih, mata tidak terlalu sipit, bibir tipis berwarna merah mudah tanpa sentuhan lipstik seperti cewek yang gila dandan.
Ya, gua memang salah satu cewek yang tidak suka dandan. soalnya menurut gua, perempuan cantik itu tidak harus cukur alislah, sulam bibirlah, totok wajahlah, atau gampar temboklah.
"Eeeiitsss, kok malah gampar tembok segala sih."
Teeeett... Uups, lanjut.!
Intinya adalah cantik itu tidak harus terlihat dari luarnya saja kan, namun bisa juga dari dalam. Dan gua lebih memilih untuk cantik dengan cara yang kedua hehahahaha...
Di sekolah gua memiliki banyak teman. mulai dari teman satu kelas, jurusan, angkatan, ternyata gua juga cukup dekat dengan adik2 kelas gua lho...
"Ya iyalah.... secara gua ini kan termasuk siswa yang berprestasi, dan aktif juga di organisasi sekolah (OSIS). Jadinya tidak heran jugakan kalau gua itu termasuk siswi yang populer di sekolah..? 😃😃😃"
Namun, itu semua tidak membuat hidup gua berjalan mulus. Soalnya sampai sekarang, gua si anak manja yang selalu di bangga-banggain orang tua ini, masih aja menjomblo.
"Eeeuuuh, dasar manusia jomblo.! Kayak Ricis aja nih gua jadinya, ngakunya cantik dan manis namun kenyataannya jomlo tulen."
Tapi yaaa sudahlah, toh jomblo bukan akhir segalanya juga kan.
***
Dua bulan lagi adalah ulang tahun gua ke 16. Pertanyaan yang hampir sama pun selalu datang membisik di telinga gua.
"Jadi mirip pasien Halusinasi saja nih gue jadinya 😢😢😢."
Belum lagi tuh omongan sahabat gua yang sejak kecil bernama sisil. (Begitu gua memanggilnya). Mentang2 dia banyak mantan dan terkenal suka mainin hati para cowok bego dengan muka polosnya itu. (Sorry sil, lu jangan marah ya.. 😯😯😯!!!)
Dia itu selalu bilang gini ke gua :
"Mita kapan lu punya pacar, kapan lu kasih kue pertama lu buat pacar lu, kapan lu...!"
"Cukuuuup," ingin rasanya gua berteriak dan menyumpal mulutnya dengan kaos kaki busuk milik gua ini.
Untung aja gua masih sayang nyawa, jadinya lain kali aja deh.
Kalian gak tau sih, Sisil itu kayak apa, kalau tau pasti juga mikir 2x kayak gua sekarang ini buat ngerjain sahabat si pembuat onar yang satu itu.
***
Setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun. "Lahhhh, kenapa gua jadi mikirin waktu seperti ini? Apa gua saking prustasinya kali ya sama omongan Sisil?"
"Ckckckck" Ini gak boleh terjadi. Masa predikat jomblo sejati gua berhasil di kalahin sama RICIS???
"OH.. NOOOO..!"😈😈😈
Lagian siapa bilang masa pacaran itu cuman indah di waktu SMA. nanti kali kalau udah nikah, baru namanya pacaran itu indah. Halal dalam ngelakuin apapun hehahaha..
***
Tidak terasa, dua bulan sudah lewat gua jalanin, dan ketakutan gua mengenai omongan Sisil ternyata tidak sehoror ketika harus lewatin ujian kenaikan kelas di tahun ini.
Gimana gak takut, setelah tau kalau gua pemegang gelar juara umum sekolah tiap tahunnya, harus nerima kenyataan pahit sama rumor yang beredar di sekolah gua.
***
Tiga bulan yg lalu, di sekolah gua ada siswa pindahan dari luar kota bernama Pahmi. Dia orangnya ganteng, keren, tinggi putih, pokoknya kece deh.
Apalagi yg bikin gua suka dari dia itu karena dia tipe cowok super cuek, pertama yang gua kenal. Kecuali sama gua. "TITIK"
"Eheeem, bukannya gua bermaksud G-R ya, tapi emang kenyataannya gitu kok."✌
Jujur, gua sih senang banget dapat perhatian sama cowok ganteng kayak Pahmi yang baik, soleh, pintar dan suka olah raga.
Jika bukan karena prinsip gua sebagai "Jomblo sejati." Sejak ketemu dia, gua juga ikutan gila kali ya, kayak cewek-cewek rempong sekolahan yang ngejar2 si Pahmi.
***
Pahmi pindah ke ke kota ini dengan alasan papahnya yang seorang TNI baru saja di pindah tugaskan ke jakarta. Dan dia memilih SMA gue buat tempat dia belajar karena sekolah kami ini termasuk sekolah terbaik dan terpavorit di Jakarta.
Ini cerbung lama gua yang gua revisi. Ini sih cerita fiksi dan gua harap ceritanya seru. Dan sorry kalau jelek, soalnya masih pemula. Hehahahaa
Langsung aja yah, dibaca.
Cekidottttt....
******************************************
Nama gua sasmita putri, tapi teman gua di sekolah sering manggil gua mita. Saat ini usia gua masih 15 tahun, namun gua sudah duduk di bangku kelas dua SMA.
orang bilang gua ini cantik karena keturunan cina campuran arab dari papahku.
Apalagi di dukung dengan fisik gua yang tinggi ramping, kulit putih, mata tidak terlalu sipit, bibir tipis berwarna merah mudah tanpa sentuhan lipstik seperti cewek yang gila dandan.
Ya, gua memang salah satu cewek yang tidak suka dandan. soalnya menurut gua, perempuan cantik itu tidak harus cukur alislah, sulam bibirlah, totok wajahlah, atau gampar temboklah.
"Eeeiitsss, kok malah gampar tembok segala sih."
Teeeett... Uups, lanjut.!
Intinya adalah cantik itu tidak harus terlihat dari luarnya saja kan, namun bisa juga dari dalam. Dan gua lebih memilih untuk cantik dengan cara yang kedua hehahahaha...
Di sekolah gua memiliki banyak teman. mulai dari teman satu kelas, jurusan, angkatan, ternyata gua juga cukup dekat dengan adik2 kelas gua lho...
"Ya iyalah.... secara gua ini kan termasuk siswa yang berprestasi, dan aktif juga di organisasi sekolah (OSIS). Jadinya tidak heran jugakan kalau gua itu termasuk siswi yang populer di sekolah..? 😃😃😃"
Namun, itu semua tidak membuat hidup gua berjalan mulus. Soalnya sampai sekarang, gua si anak manja yang selalu di bangga-banggain orang tua ini, masih aja menjomblo.
"Eeeuuuh, dasar manusia jomblo.! Kayak Ricis aja nih gua jadinya, ngakunya cantik dan manis namun kenyataannya jomlo tulen."
Tapi yaaa sudahlah, toh jomblo bukan akhir segalanya juga kan.
***
Dua bulan lagi adalah ulang tahun gua ke 16. Pertanyaan yang hampir sama pun selalu datang membisik di telinga gua.
"Jadi mirip pasien Halusinasi saja nih gue jadinya 😢😢😢."
Belum lagi tuh omongan sahabat gua yang sejak kecil bernama sisil. (Begitu gua memanggilnya). Mentang2 dia banyak mantan dan terkenal suka mainin hati para cowok bego dengan muka polosnya itu. (Sorry sil, lu jangan marah ya.. 😯😯😯!!!)
Dia itu selalu bilang gini ke gua :
"Mita kapan lu punya pacar, kapan lu kasih kue pertama lu buat pacar lu, kapan lu...!"
"Cukuuuup," ingin rasanya gua berteriak dan menyumpal mulutnya dengan kaos kaki busuk milik gua ini.
Untung aja gua masih sayang nyawa, jadinya lain kali aja deh.
Kalian gak tau sih, Sisil itu kayak apa, kalau tau pasti juga mikir 2x kayak gua sekarang ini buat ngerjain sahabat si pembuat onar yang satu itu.
***
Setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun. "Lahhhh, kenapa gua jadi mikirin waktu seperti ini? Apa gua saking prustasinya kali ya sama omongan Sisil?"
"Ckckckck" Ini gak boleh terjadi. Masa predikat jomblo sejati gua berhasil di kalahin sama RICIS???
"OH.. NOOOO..!"😈😈😈
Lagian siapa bilang masa pacaran itu cuman indah di waktu SMA. nanti kali kalau udah nikah, baru namanya pacaran itu indah. Halal dalam ngelakuin apapun hehahaha..
***
Tidak terasa, dua bulan sudah lewat gua jalanin, dan ketakutan gua mengenai omongan Sisil ternyata tidak sehoror ketika harus lewatin ujian kenaikan kelas di tahun ini.
Gimana gak takut, setelah tau kalau gua pemegang gelar juara umum sekolah tiap tahunnya, harus nerima kenyataan pahit sama rumor yang beredar di sekolah gua.
***
Tiga bulan yg lalu, di sekolah gua ada siswa pindahan dari luar kota bernama Pahmi. Dia orangnya ganteng, keren, tinggi putih, pokoknya kece deh.
Apalagi yg bikin gua suka dari dia itu karena dia tipe cowok super cuek, pertama yang gua kenal. Kecuali sama gua. "TITIK"
"Eheeem, bukannya gua bermaksud G-R ya, tapi emang kenyataannya gitu kok."✌
Jujur, gua sih senang banget dapat perhatian sama cowok ganteng kayak Pahmi yang baik, soleh, pintar dan suka olah raga.
Jika bukan karena prinsip gua sebagai "Jomblo sejati." Sejak ketemu dia, gua juga ikutan gila kali ya, kayak cewek-cewek rempong sekolahan yang ngejar2 si Pahmi.
***
Pahmi pindah ke ke kota ini dengan alasan papahnya yang seorang TNI baru saja di pindah tugaskan ke jakarta. Dan dia memilih SMA gue buat tempat dia belajar karena sekolah kami ini termasuk sekolah terbaik dan terpavorit di Jakarta.
Langganan:
Komentar (Atom)